Tips Memilih Busi Motor, Lebih Baik Busi Panas Atau Dingin?

Oleh Dias Mahendra | 08/09/2016
Tips Memilih Busi Motor, Lebih Baik Busi Panas Atau Dingin?

Tips Memilih Busi Motor, Busi merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor. Berbicara tentang busi, salah satu tipe busi yang dipercaya dapat meningkatkan performa motor adalah tipe iridium.

“Enggak cuma buat balap, busi iridium juga bisa dipakai harian,” jelas GM Sales & Marketing PT NGK Busi Indonesia, Agus Tan, dikutip dari Otomotifnet.

Ia menjelaskan, kelebihan menggunakan busi iridium untuk harian adalah pengapian yang lebih fokus. Dengan begitu pembakaran menjadi lebih sempurna.

“Efeknya tenaga lebih responsif dan karbon di ujung elektroda lebih sedikit sehingga umur busi juga lebih panjang,” ungkapnya.

Kendati begitu, ada pula yang beranggapan bahwa busi iridium merupakan busi balap dengan spesifikasi dingin. Artinya busi ini kurang cocok untuk pemakaian harian. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Untuk memastikannya tinggal lihat kodenya dan sesuaikan dengan spek mesin standar.

busi-motor

Sebagai contohnya adalah busi Iridium NGK dengan kode CR9EIX. Angka 9 pada kode tersebut menunjukkan angka panas. “Pada NGK, angka 7 ke atas tergolong busi dingin sedangkan 6 ke bawah merupakan busi panas,” terang Zulfikar Toto Widiyantoro, Staff Marketing PT NGK Busi Indonesia.

Busi dingin lebih sesuai digunakan pada mesin balap yang dipacu ekstrem sehingga suhu mesinnya selalu tinggi. Sementara busi panas lebih cocok untuk motor harian yang kondisi mesin tidak terlalu panas.

“Kalau busi dingin dipakai di motor harian, bisa susah hidup saat distarter, performanya enggak maksimal dan akan terjadi endapan karbon di elektroda,” lanjutnya.

Pria yang akrab disapa Izul itu menambahkan, untuk pemakaian busi panas pada motor balap dapat menyebabkan overheat. Oleh karenanya, sesuaikan kode dengan spesifikasi standar bawaan motor.

“Kalau mau pakai busi dingin buat harian tidak masalah asalkan hanya naik 1 step, misalkan busi standar berada di angka panas 7 dan pakai angka 8 boleh saja. Tapi jangan langsung naik 2 step,” saran Izul.

Sementara untuk motor balap, busi yang digunakan disesuaikan dengan mesin dan cuaca. “Sedang aplikasi di balap, kode menyesuaikan setingan mesin dan cuaca. Misalkan debit bensin dibuat basah maka pakai busi golongan panas. Kalau untuk balap biasanya pakai tengah–tengah, NGK kode 8,” papar Teguh Achiryan dari Al-Yamin Speed Shop yang bertempat di Jakarta Timur.

Untuk informasi tambahan, kode pada busi memiliki arti masing-masing. Pada NGK CR9EIX, C merupakan kode ukuran ulir 10 mm. Sedangkan R menunjukkan bahwa busi tersebut merupakan jenis busi resistor. Lalu angka 9 menunjukkan angka panas dan E artinya panjang ulir busi ini mencapai 19 mm. Dan untuk IX menunjukkan bahwa busi tersebut mengandung bahan elektroda dari iridium.

Source: busi yang cocok segala cuaca, cara memperbesar pengapian busi motor, cara merawat mesin glpro,