Modifikasi Piaggio MP3 Untuk Penuhi Keperluan Touring

Oleh Dendy Santoso | 03/03/2015
Modifikasi Piaggio MP3 Untuk Penuhi Keperluan Touring

Modifikasi Motor Vespa Piaggio MP3, Budi Aryanto, member klub XXX (triple-X) memiliki cara tersendiri agar kendaraan kesayangannya sanggup mengakomodasi kegiatan turing. Menurut pria yang berdomisili di Jati Bening, Bekasi ini boks tambahan untuk Piaggio MP3 tidak diperlukan. Ada hal lain yang lebih penting agar kegiatan turing menjadi lebih nyaman.

“Boks ekstra enggak perlu, sebab ruang bagasi dari bawaan MP3 sudah luas hingga ke buritan. Justru performanya yang harus dinaikkan. Pertama, supaya gak tertinggal dari rombongan, kedua karena saya pakai setiap hari buat wara-wiri, performa dan kenyamanan diutamakan. Kalau pakai boks ekstra malah ribet untuk cornering,” jelas Budi.

Jika dilihat dari segi tampilan, tidak terdapat perbedaan apapun. Perubahan baru terlihat jika melirik bagian mesin. Mesin standar Piaggio MP3 lansiran 2007 meningkat 38 cc menjadi 282 cc.

“Penambahan kapasitas mesin in masih dalam kategori wajar buat di MP3, apalagi dipakai untuk harian. Enggak terlalu tekor di bensin dan tidak bikin mesin cepat panas. Lagipula knalpot racing belum terpasang saja sudah enak, enggak kalah sama yang sudah full spec. Semua pemasangan dialkukan di bengkel Maxia Scooter,” jelas pria yang gemar kopdar di kawasan Kemang dengan klub XXX.

Jika dilihat lebih detail, blok dan head mesin juga mengalami perubahan. Bore kit lansiran Malossi telah diatur menjadi 282 cc, lengkap dengan piston berukuran 75,5 mm dari ukuran standar yang hanya mencapai 72 mm.Selain itu oli yang digunakan adalah jenis oli encer 5w-50 dari Motul. Meningkatnya kapasitas mesin membuat perubahan pada CVT.

Variator set Piaggio MP3 dilepas dan diganti dengan produk Malossi. “Tenaga mesin menuju roda belakang benar-benar imbang. Enggak ada jeda atau tertahan power-nya,” jelas pria yang akrab disapa Ary ini.

Modifikasi Skutik Piaggio MP3 2

Setelah bagian mesin selesai dikerjakan, yang menjadi sasaran selanjutnya adalah bagian kaki-kaki. Meskipun terbilang sederhana, ubahan ringan pada kaki-kaki Piaggio MP3 dari Ary ini dapat dijadikan referensi untuk pemilik MP3 lainnya. Ary menjelaskan, yang harus dilakukan adalah mengganti velg belakang dengan MP3 seri LT 2010.

“Aslinya kan pakai ring 12, setelah pakai LT ring 14, tingkat kestabilan motor lebih bagus. Ketika rem belakang dikunci mendadak, bagian belakang enggak lari kiri kanan, gak pakai repot,” ujarnya.

Akan tetapi velg dan roda belakang tersebut tidak bisa langsung dipasangkan. Sebab dudukan sok kanan tidak sama dengan sudut kemiringan sok bagian kiri, sehingga perlu penyesuaian. Alhasil swing arm motor ini menggunakan milik MP3 LT.

Sang pemilik langsung memesan satu set, mulai dari ban, velg, lengan ayun dan perangkat rem disk milik MP3 LT. “Soalnya pemasangan ke as CVT enggak mengalami perubahan atau penyesuaian dari teromol pelek,” paparnya.

Sekedar informasi, produsen motor asal Italia, Piaggio memasarkan MP3 dalam beberapa varian, antara lain 125 cc, 300 cc, 400 cc dan 500 cc.

Untuk Piaggio MP3 250 produksi tahun 2014, dibekali dengan jantung pacu single-cylinder QUASAR, 4-stroke, 4-valve yang memiliki kapasitas sebesar 244 cc. Mesin tersebut dipadukan dengan sistem transmisi CVT automatic dan Electronic Fuel Injection (EFI).

Tenaga yang sanggup dihasilkan oleh skutik ini mencapai 77 mil/jam atau sekitar 123,9 km/jam. Sementara torsinya mencpaai 21 Nm pada putaran 6.750 rpm.

Dari segi penampilan, Piaggio MP3 hadir unik dan sporty. Kesan unik skutik ini terdapat pada dua roda di bagian depan.

Spesifikasi motor modifikasi Piaggio MP3:

  • Ban belakang : Michelin 140/60-14
  • Kepala silinder : Custom
  • Filter udara : Malossi
  • Filter oli : Malossi
  • Kopling set : Malossi

Source: http://motor.otomotifnet.com

Source: cara membuka ban belakang motor vespa mp3, ban vespa tua mp, modif piaggio p3, modif vespa m3, modifikasi piaggio mp3, modifikasi vespa di bikin mp3, mp3 buat modifikasi motor, pelek motor piagio, vespa modif ban 14,